Wahh zaman sekarang kalok udah ngomongi kerjaaan kadang sukak buat para sih pencari kerja kesal, Iyakan guys? Karena mungkin tak jarang nih kita temukan oknum-oknum yang tak bertanggung jawab, yang terkadang kerap memanfaatkan keuntungan dengan cara menipu sih para pencari kerja tersebut. Biasanya keuntungan yang paling muda didapatkan sih pelaku adalah dengan berhasil memperoleh data dan informasi korban, contohnya, bisa berupa nomor HP ataupun alamat email. Nah, mungkin sebagian dari kamu tidak akan pernah mengira kan, bahwa data dan informasi tersebut dapat dijual dan dapat dijadikan ladang iklan atau target sebuah pemasaran. So guys, jangan heran ya jika kamu kerap mendapat SMS atau email berupa iklan atau ajakan-ajakan tertentu dari pengirim yang nggak jelas banget itu. Karena pada intinya itu hanya bonus jika sih penipu sampai mendapatkan uang langsung dari kamu yang mau saja dikelabui oleh mereka.

Nah, biar kamu nggak terkecoh ke dalam jerat penipuan yang berkedok lowongan kerja, baiknya kamu teliti dulu deh hal-hal di bawah ini. Yuk, Cekidot~

Memanfaatkan Domain Gratisan


Oknum penipu biasanya membuat lowongan kerja fiktif dengan membuat sebuah email. Biasanya, mereka memanfaatkan domain gratisan seperti @yahoo, @gmail, atau @hotmail, dan lain sebagainya. Padahal seharusnya memakai email perusahaan misalnya nama perusahaan@.com, nama@.co.id dan domain terpercaya lainnya. Nah, yang sering membuat banyak orang terkecoh, si penipu membuat email gratisan dengan memiripkan nama perusahaan yang akan dijadikan target penipuannya. Beberapa orang mungkin dapat membedakan mana email abal-abal dan mana email asli perusahaan.

Perusahan Tersebut Tidak Akan Mencantumkan Website Yang Sebenarnya

Nah guys, biasanya untuk dapat menipu korbannya, para penipu kerap mencantumkan website dengan CMS weebly, wordpress.com, blogspot.com atau blog gratisan lainnya sebagai alamat website perusahaan abal-abalnya. Biar lebih meyakinkan sih para pencari kerja, nggak jarang mereka mencatut nama perusahaan yang besar juga. Memang, perusahaan besar biasanya mempunyai situs resmi atau media sosial yang menjelaskan profil dan kegiatan perusahaan tersebut. Kebanyakan situsnya menggunakan akhiran .go.id, ac.id, .or.id dan .co.id tanpa embel-embel lainnya. Lagipula, perusahaan besar biasanya memiliki recruitment centersendiri secara online. Misalnya saja, Pertamina memiliki http://recruitment.pertamina.com dan nggak ada rekrutmen lain di luar itu. Namun, Pada intinya sih perusahan tersebut tidak akan mau mencantumkan website yang sebenarnya dimiliki oleh perusahan abal-abal tersebut.

Mengedarkan Lowongan Kerja Lewat Pesan Singkat

Hindari mengirim SMS ke nomor apapun yang ada di dalam website abal-abal, karena nggak ada perusahaan apapun yang menerima pelamar pekerjaan hanya dengan menggunakan SMS. Apalagi jika formatnya ditulis seperti ini: #hrd#operator produksi#20 tahun # kirim ke 123456. Pun jika kamu tiba-tiba mendapat SMS terkait penerimaan kerja, coba ingat terlebih dahulu, apakah kamu pernah melamar pekerjaan di perusahaan tersebut? Biasanya, responnya juga sangat cepat yang isinya panggilan interview, padahal kebanyakan perusahaan akan mengharuskan pelamar untuk mengirimkan berkas lamaran terlebih dahulu. Coba dulu cek validasi kontak perusahaan dengan meng-email ke perusahaan terkait untuk mempertanyakan tentang keaslian SMS tersebut, ya!

Untuk Meyakinkan Si Korban, Perusahan Akan Mencantumkan Gambar Atau Poto Karyawan

Bukan nggak mungkin, penipu memublikasikan foto karyawan atau foto acara perusahaan yang merupakan hasil comot asal-asalan dari google atau mungkin memanipulasi gambar tersebut dengan mengeditnya di komputer. Hal ini dilakukan untuk meyakinkan korban agar mau terbujuk dengan lowongan tersebut. Meskipun ada beberapa perusahaan yang juga mencantumkan foto karyawannya di website resmi, kamu harus tetap berhati-hati, ya!

Ujung-ujungnya, Si Penipu Meminta Untuk Mengirimkan Biaya Admintrasi

Ini adalah modus yang sedang marak dan nggak lagi janggal karena modus ini dapat digunakan untuk beberapa kasus penipuan. Jika saat membaca seluruh lowongan dan ending-nya kamu diminta untuk mengirimkan sejumlah uang sebagai administrasi atau uang muka apalah-apalahitu, yakin deh 100% bahwa lowongan ini adalah penipuan. Perusahaan nggak pernah membutuhkan materi untuk mencari orang-orang berbakat yang akan lebih menguntungkan perusahaannya. Yah, namanya juga penipuan, ujung-ujungnya ya minta uang.

Pahami pola singkat penipuan yang umum semacam ini:

  • Pertama-tama sih penipu akan mengirimkan email, sms atau telepon langsung, menyampaikan bahwa kamu adalah salah satu kandidat yang dipanggil untuk mengikuti tes.
  • Setelah kamu merespon, maka mereka akan melakukan aksinya. Biasanya pada hari Jumat sore, lalu menyampaikan jika tesnya dilaksanakan pada hari Senin. Hal ini dilakukan agar saat kamu melakukan kroscek ke nomor telepon atau email ke perusahaan yang aslinya, maka respon akan lebih lambat karena mereka libur.
  • Penipu menyampaikan alamat untuk tes, bisa juga menggunakan alamat asli tempat tes, atau sembarang alamat yang dicantumkan.
  • Nah, untuk ke tempat tes, penipu menyampaikan bahwa kamu harus mengirimkan sejumlah uang untuk pembelian tiket pesawat terlebih dahulu terhadap agen travel yang sudah ditunjuk dan akan dilakukan penggantian.
  • Nah, di sinilah penipu akan mendapatkan keuntungannya yakni memaksa kandidat untuk membeli tiket yang hanyalah tipu daya semata.

Gimana guys, sekarang kamu harus lebih berhati-hati lagi ya!